Syawal dan amnesia akut

Syawal dan amnesia akut

Alkisah, ada sekelompok burung bangau yang hidup terpencil di pedalaman hutan. Setiap hari mereka berjalan kaki menuju sungai untuk mencari makan. Hingga suatu hari, seekor bangau terpesona melihat burung elang yang terbang tinggi, berputar-putar mengintai mangsa.

“Oh, alangkah menyenangkan apabila kita bisa seperti elang yang mampu terbang, dan tidak perlu berjalan tiap hari ke sungai.” Sang pemimpin kelompok pun berkata, “Bagaimana jika kita menemui sang elang dan minta di ajarkan caranya terbang?”.

Para bangau lalu berdiri berjejer dan melambaikan sayapnya memanggil sang elang. Burung elang yang penasaran dengan lambaian sayap bangau pun segera menghampiri kawanan bangau tersebut. “Ada apa, ada yang bisa saya bantu?”

“Kami ingin engkau mengajarkan tentang caranya terbang di langit” sahut sang pimpinan bangau.

“Baiklah, tapi kalian akan mengalami proses yang sulit dan berat.” Elang mengingatkan.

“Tak masalah, kami siap.” Bangau meyakinkan.

Maka sang elang pun setiap hari datang ke sungai untuk mengajarkan kepada para bangau caranya terbang. Hari demi hari berlalu, tidak terasa telah genap 30 hari sang elang mengajarkan para bangau. Hingga akhirnya….

Para bangau pun dapat terbang dengan bebas di angkasa, mereka sangat berterima kasih kepada elang yang telah mengajarkan mereka. ”Terima kasih sekali karena telah mengajarkan kami cara terbang.”

”Tidak masalah”

”Baiklah kawan-kawan kita telah berhasil menyelesaikan pelajaran tentang cara terbang, mari kita pulang ke rumah kita dengan berjalan.”

**********

Syawal menyapa, Ramadhan telah berlalu…..masjid kembali sunyi, dan aku kembali ”jahil”

Jakarta, 4 Syawal 1429 H

09.48 WIB

Dhuha dulu ah.

N.B: Lagi-lagi gagal.

Leave a Reply