Kisah anak terbuang

Ini kisah seorang anak yang terbuang dari keluarganya, berjalan sendiri mengarungi kerasnya kehidupan. Tanpa rumah yang dapat dijadikan tempat berteduh, tanpa orang tua tempat tumpuan kasih sayang.

Ini kisah sang anak terbuang, yang berjalan sendiri mencari makna kehidupan. Karena ayah dan ibu tidak mau lagi mentolerir pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari mulutnya tentang persahabatan, perdamaian, dan rasa percaya. Mereka marah besar….kala anaknya menjalin persahabatan dengan rekan sebayanya.

Ini kisah anak terbuang, yang tetap memendam cinta dan sayang kepada orang tuanya. Walau mereka telah membuangnya, namun mereka juga pernah berjasa membesarkan dan mengajarkan moral. Mengasah nurani, mempertajam akal, serta memeperluas cakrawala.

Ini kisah sang anak terbuang, yang masih berharap ayah dan ibunya mau berpaling sejenak dan kembali memanggilnya. Melupakan segala kenangan buruk yang menghiasi hubungan antar mereka. Memulai lembaran baru, dengan penuh cinta tanpa curiga, saling percaya bukan prasangka.

Ini kisah anak terbuang, dan inlah kisah ku.

One Response to “Kisah anak terbuang”

  1. lulu Says:

    adoh!
    apa lagi ini dhi?
    sejak kapan jadi anak pa lurah? ^_^

    udah, mending jadi murid gua aja di padepokan ustadzah lulu. hehehe. piss, bro!

    namanya manusia, ga ada yang sempurna, begitu juga dengan sistem yang dibangunnya. makanya, kebaikan yang ada pun tidak pernah sempurna.
    kira-kira, apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaikinya?

Leave a Reply